Monday, January 20, 2014

Kelahiran Gatutkaca

Haloo D'Klengers. Sesuai janji, kali ini Super Klenger kembali lagi dengan kisah kelahiran Gatutkaca. Inget lho, biarpun saya mirip Gatutkaca, tapi saya Super Klenger lho, bukan Gatutkaca. Eniwei yuk kita ikutin cerita kelahiran Gatutkaca ini.

Tetuko yang sudah menjelma jadi Gatutkaca melayang keluar dari Kawah Candradimuka


Alkisah Prabu Destarata, raja Astinapura telah menyerahkan tahta kepemimpinan kepada putra sulungnya, Duryudana. Sejatinya Yudistira-lah yang berhak atas tahta, sebagai putra tertua Pandu Dewanata, raja Astinapura yang sudah mangkat. Destarata hanya menjabat tahta raja sementara hingga putra Pandu cukup dewasa untuk menjadi raja. Akan tetapi, dalam peristiwa kebakaran di Balai Sigala-gala, para Pandawa dikira sudah mati karena di sisa kebakaran ditemukan 6 mayat hangus yang diduga mayat para Pandawa dan ibunya, Dewi Kunti. Ternyata para Pandawa selamat dan muncul kembali 2 tahun kemudian di Kerajaan Pancala dalam sayembara memperebutkan Putri Drupadi yang cantik jelita.

Tentu saja para Kurawa yang sudah menikmati hidup mewah di puncak kekuasaan Astinapura tidak mau menyerahkan negerinya begitu saja.  Dengan licik mereka menyerahkan wilayah rimba yang  luas sebagai ganti tahta Astinapura. Demi kestabilan negara, Pandawa menerima tawaran yang tidak adil itu. Mereka bermaksud mendirikan kerajaan baru dengan cara membuka rimba belantara angker tersebut.  Bima dengan senjata gadanya dan kekuatannya yang luar biasa bertugas membuka hutan. Meluluhlantakkan rimba belantara bukanlah hal sulit bagi Bima. Dalam sekejap hutan rata dengan tanah. Hewan buas kabur, tak berani mengusik Bima. Bahkan siluman dan dedemit penghuni hutan pun angkat kaki. Namun tak disangka, di tengah rimba Bima menemukan kerajaan raksasa yang bernama Pringgandani. Raja Pringgandani, Arimba, adalah seorang raksasa yang perkasa. Tentu saja dia marah besar karena ada orang yang mengacau kerajaannya. Namun dia terpaksa tunduk pada dahsyatnya kekuatan Bima.

Arimba mempunyai seorang adik cantik jelita bernama Arimbi. Melihat Bima, Arimbi langsung tertarik. Bima memiliki badan yang besar dan kekar seperti raksasa, tapi wajahnya tampan, nggak awut-awutan kayak raksasa yang biasa dilihat Arimbi.  Bima pun tertarik pada Arimbi dan menikahinya. Di akhir hayatnya Arimba menitipkan adik dan kerajaannya pada Bima, ksatria perkasa yang telah mampu mengalahkan dirinya.  Begitulah, di wilayah mantan hutan itu, para Pandawa mendirikan kerajaan baru yang diberi nama Indraprasta. Kerajaan Pringgandani tetap berdiri kokoh dan kelak menjadi sekutu Pandawa dalam perang Bharatayudha.

Bima dan Arimbi dikaruniai seorang bayi setengah manusia setengah raksasa yang menggemparkan. Tapi yang menggemparkan bukan karena dia setengah raksasa, tapi karena tali pusar Jabang Tetuko—begitulah bayi itu disebut—tidak bisa dipotong dengan alat atau senjata apa pun, hingga usianya mencapai satu tahun.  Sri Kresna (titisan Betara Wisnu, kakak sepupu sekaligus penasihat para Pandawa) menganjurkan para Pandawa untuk bertapa memohon petunjuk Dewata. Betara Narada mendengar permohonan para Pandawa dan bermaksud menganugerahkan senjata Konta pada Arjuna untuk memotong tali pusar Jabang Tetuko. Senjata Konta adalah tombak pendek yang maha sakti, bisa membunuh musuh yang sesakti apapun, tapi hanya bisa dipakai satu kali. Namun ketika Betara Narada akan memberikan senjata Konta pada Arjuna, pada saat yang sama Karna juga sedang bertapa memohon senjata. Karna adalah putra Dewi Kunti dari Betara Surya sebelum Dewi Kunti menikah, dilahirkan dari telinga untuk menjaga kesucian Dewi Kunti. Sesama putra Dewi Kunti, Karna berparas mirip dengan Arjuna sampai Betara Narada keliru memberikan senjata Konta kepada Karna. Begitu menyadari kesalahannya, Betara Narada memberitahu Arjuna agar merebut senjata Konta dari Karna. Arjuna dan Karna pun bertarung. Tapi Arjuna hanya berhasil merebut sarungnya saja. Meskipun hanya sarungnya, tapi senjata itu tetap memiliki kekuatan luar biasa. Sarung senjata Konta itu sanggup memotong tali pusat Jabang Tetuko. Ajaibnya, begitu tali pusarnya berhasil dipotong, sarung senjata Konta lenyap masuk ke dalam perut Jabang Tetuko. Hal ini juga merupakan ketentuan Dewata, yaitu bahwa kelak dia akan tewas oleh senjata Konta, yang kemudian akan bersatu lagi dengan sarungnya.

Alhisah pada saat yang sama Kahyangan tengah diserang oleh pasukan Patih Sekipu, utusan Kala Pracona, raja raksasa sakti mandraguna dari kerajaan Trabelasuket. Kala Pracona murka karena para dewata tidak meluluskan niatnya untuk mempersunting Dewi Supraba yang cantik jelita. Para dewa kewalahan oleh kesaktian Patih Sekipu. Patihnya saja sudah begitu sakti, bagaimana rajanya? Para dewa pun menggelar rapat strategi darurat. Menurut penerawangan Betara Narada, hanya Jabang Tetuko yang sanggup mengalahkan Kala Pracona. Apalagi Jabang Tetuko telah menyatu dengan sarung senjata Konta yang sakti mandraguna.

Maka pergilah Betara Narada menemui para Pandawa untuk meminjam Jabang Tetuko. Tapi Jabang Tetuko yang sekarang belum punya cukup kesaktian. Untuk menambah kesaktiannya, dia diceburkan oleh para Dewata ke Kawah Candradimuka di Pegunungan Dieng. Para Dewata pun melemparkan senjata-senjata pusaka ke dalam kawah untuk digodog bersama Jabang Tetuko. Tak lama kemudian, Jabang Tetuko melayang keluar dari kawah, sudah dalam wujud lelaki dewasa yang gagah perkasa.
Patih Kala Sekipu


Raja Kala Pracona

Tetuko segera dibawa ke Kahyangan. Kala Sekipu dan pasukannya kalang kabut. Kulit Tetuko atos dan tidak mempan senjata apapun. Akhirnya Tetuko berhasil menggigit mati Patih Sekipu dengan taringnya. Sri Kresna kemudian terbang menyusul ke Kahyangan. Kresna memotong taring Tetuko agar sifat raksasanya hilang. Atas jasa Tetuko, Betara Guru menghadiahkan seperangkat pakaian pusaka, yaitu Caping Basunanda yang membuatnya tidak merasa panas apabila terkena panas dan tidak basah apabila terkena hujan, Jubah Antakusuma yang membuatnya dapat terbang secepat kilat, dan Terompah Padakacarma yang membuatnya tidak mempan sihir dan ilmu hitam. Mulai saat itu Tetuko berganti nama menjadi Gatutkaca.  Dengan kekuatan barunya, Gatutkaca terbang melesat ke Kerajaan Trabelasuket dan berhasil menghabisi Kala Pracona.

Demikianlah, Gatutkaca menjadi ksatria yang sakti mandraguna, berotot kawat bertulang besi, bisa terbang secepat kilat, kulitnya kebal terhadap senjata apapun, memiliki ajian dahsyat Narantaka dan Brajamusti yang mampu membuat benda apapun yang dihantamnya hancur lebur.  Namun Gatutkaca pernah membuat kesalahan fatal, yaitu membunuh pamannya sendiri. Kenapa bisa begitu? Stay tune di Klenger Blog dan ikuti kisah Gatutkaca berikutnya yaa!

Super Klenger

Friday, January 03, 2014

Super Klenger Bukan Gatutkaca



Haloo D'Klengers, buat yang belum kenal, perkenalkan saya Super Klenger.

Iya, nama saya Super Klenger lho, bukan Gatutkaca. Karena banyak yang ngotot bilang saya Gatutkaca, nih sekarang saya jelasin tentang Gatutkaca yang beneran. Abis itu baru kita ngobrol tentang asal usul saya yaa, kenapa saya bisa mirip dengan Gatutkaca.

Gatutkaca atau Gatotkaca terkenal banget di Indonesia sebagai tokoh sakti dalam kisah pewayangan Mahabharata. Mahabharata sendiri adalah karya sastra dari India, ditulis oleh Begawan Vyasa ratusan tahun sebelum Masehi

Seiring dengan masuknya kebudayaan Hindu ke Indonesia, kisah Mahabharata juga mulai dikenal di Indonesia. Kisah-kisah Mahabharata disadur oleh para Empu di masa lalu ke dalam bahasa Jawi kuno. Antara lain Kitab Arjunawiwaha oleh Empu Kanwa, dan Bharatayudha oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh. Uniknya, nama-nama tempat di India diubah jadi nama-nama tempat di tanah Jawa. Misalnya Gunung Mahameru tempat bertahtanya para dewa diubah menjadi Gunung Semeru.  Kerajaan Mandura menjadi Madura, dan banyak lagi. Dengan lokalisasi ini, kisah Mahabharata jadi sangat akrab bagi rakyat Indonesia, bahkan banyak orang percaya Mahabharata adalah kisah yang beneran pernah terjadi di Indonesia.

Di Indonesia Gatutkaca dikenal sebagai pemuda gagah dan tampan, mengandalkan pukulan tangan kosong yang dahsyat untuk mengalahkan lawan. Berbeda dengan versi Indianya, Ghatotkacha, yang berwujud raksasa yang bersenjatakan gada seperti ayahnya, Bheema (Bima). Di Indonesia ada banyak perwujudan Gatutkaca, mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang orang, sampai versi komik yang dari masa ke masa terus berkembang. Pada awalnya di Indonesia Gatutkaca dikenal dengan wujud raksasa lengkap dengan taring, sebagaimana di India. Tapi Sri Susuhunan Pakubuwana II (1711-1749), raja Kasunanan Kartasura memerintahkan agar sosok Gatutkaca diubah menjadi pemuda tampan. Sejak itu Gatutkaca digambarkan menyerupai Bima yang tampan dan gagah, dengan ciri khas kumis tebalnya. Sampai-sampai di Jawa banyak orang yang berkumis dipuji “Keren seperti Gatutkaca”. Nih, di bawah ini ada beberapa versi Gatutkaca di India dan Indonesia.

 Ghatotkacha versi India

Gatutkaca versi wayang kulit

Gatutkaca versi wayang golek

Gatutkaca versi wayang wong (wayang orang)

Gatutkaca versi komik RA Kosasih.

Nah, setelah D'Klengers tahu sedikit tentang Gatutkaca, dalam postingan berikutnya Super Klenger akan ceritain Legenda Gatutkaca yang penuh kehebohan, mulai dari lahir sampai kematiannya.... Lho kok mati? Hiks, kok belum-belum udah sedih ya? Iya, Gatutkaca gugur dalam perang Bharatayudha saat melawan... eh kok malah cerita kematiannya duluan. Nanti dulu, mulai dari lahir dulu dong. Makanya, terus ikutin yaa!


Super Klenger

Sunday, October 20, 2013

Menu Klenger Burger Gourmet Tebet


Update Menu Klenger Burger Gourmet Tebet...udah pada coba semua ? Kalau belum harus and kudu must be have to tuh... he..he...

Oh ya..untuk area Pondok Indah, Fatmawati, TB Simatupang dan sekitarnya..jangan khawatir..bisa dicover sama Klenger Burger Delivery di Radio Dalam...tinggal tel aja ke 021-96600891.

Ditunggu yaa. Menu lengkap bisa juga dilihat di www.klengerburger.com/menu.



Buat kongkow-kongkow sama handaitaulan ..waah recommended deeeh.... buat yang sudah pernah kesini ada pengalaman kesan dan saran..?

Ditunggu yaa..setiap masukannya...
Salam Super Klenger



Halo..Halo...Maaf  Niih...baru muncul lagi ke permukaan..he..he.... apa kabar D Klenger's ? Oh ya atas permintaan tambahan Menu Lunch Time di Klenger Burger Gourmet Tebet..sekarang ada Sop Buntut/Iga Klenger Lho... Monggo disambangi...sambil di icip-icip.. :)

Salam Super Klenger

Original Klenger Burger


Thursday, May 30, 2013

Diklat Kemenkumham


Eiitss ada apa ini..?? Pagi-pagi jam 9 sudah full..? aaiiih iyaaa..lupa..kan ada acara Diklat Kemenkumham yaa...? yuuuk kita lihat kedalam yuukk....


Waah sudah ada opening speech niih.. semua peserta menyimak dengan penuh perhatian.


Acara berjalan dengan  Alhamdulillah lancar...walaupun memakan waktu setengah hari sampai pukul 3 sore..


Naah ini dia yang bikin betah mungkin ya..? Coffee Breaknya...he..he..he...pagi sore Coffee, tea, snack termasuk Baby Klenger Burger nya sudah buat kenyang...  :) Terima kasih semua atas kepercayaannya...sampai bertemu kembali di acara selanjutnya.

Salam Super Klenger